Jumat, 19 Januari 2018

Pregnancy Diary : Cerita Kehamilan Trimester 1,2,3 ("Anakku Sekuat Yonko !")



Hari ini hujannya awet. Matahari enggan nongol--pun sekedar ngintip dari balik awan sehingga membuat suasana mendadak kelabu dan beraura gelap. Paling enak makan indomie nih. Pake cabe ijo--diirisnya tipis-tipis--telornya setengah mateng. Cuma kok ya sialnya persediaan mie instan habis. Huft. 

Ha ha....

Jadi mau apa sekarang?

Dari sini-dari balik jendela, sesekali tangan ikutan pumping (biasanya kupakai buat stok malam--saat hawa ngantuk sedang lucu-lucunya--dan mata uda ga bisa ditolerir), sementara tangan yang satunya lagi sibuk dengan si Beby (baca : tepok-tepokin pantatnya supaya lekas tidur). Ini rutinitas baru sejak lahiran. Memang agak berat sih di awal. Secara agak kaget dengan ritme tidur yang jadi berantakan. Namun makin ke sini rupanya makin ingin berkata : "Okay, baiqlaaaah qaqaaaa! Saia pasti bisa walaupun tanpa bantuan ortu or mertua sejak lahiran jebret." 



Rabu, 10 Januari 2018

Penantian Testpack Garis 2 Setelah Menunggu Hampir 3 Tahun Lamanya



Maret 2017

"Emang Dedek dah siap jadi orang tua?", hibur Pak Su yang kala itu sibuk menenangkanku yang tengah tergugu dalam perjalanan pulang dari acara 7 bulanan kakakku di Bekasi. Beliau membelai kepalaku dengan lembut hingga air mata yang tadinya pecah berangsur-angsur mulai surut. Fyi, 'Dedek' itu panggilan Pak Su buatku jauh-jauh hari sebelom adanya fenomena bahasa slank dedek-dedek gemash loh #penting diumumin. Kalo ga salah, hari itu juga bertepatan dengan berita meninggalnya Om Cumilebay, salah seorang travel blogger senior yang sangat ramah dan sering mampir ke blog ini (dan juga blog teman-teman pastinya). 

"Sengaja beli testpack yang paling murah book biar ga rugi"